4 Januari 2011

Petualangan Sehari Taklukkan Puncak Talamau












Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), boleh dikatakan masih tergolong Kabupaten baru, dibanding Kabupaten lainnya yang lebih dulu berkembang, kendati demikian Pasbar juga memiliki berbagai potensi alam yang tidak tidak kalah indahnya dengan Kabupaten lain yang berada di Sumatra Barat (Sumbar).

Dengan, potensi wisata alam Gunung Talamau  dan Gunung Pasaman membuat Pasaman Barat menjadi lebih perkasa, dan seolah-olah  seperti raksasa bangun dari tidur, dengan harapan dapat mensejajarkan diri dengan Kabupaten lainnya di Sumbar.

Gunung Talamau nan megah, terletak di Jorong Pinagar  Nagari Aur Kuning Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasbar, kayu yang manjulang tinggi menandakan Gunung Talamau memang masih asri. Mempunyai ketinggian sekitar 2900 km diatas permukaan laut,  Talamau didampingi Puluhan Air terjun, serta puncaknya dihiasi belasan telaga dan dikelilingi hamparan warna-warni bunga membuat keindahan Gunung Talamau semakin memikat hati.

Dari penelusuran media ini, bersama Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ghaber Ophir Pasbar, selama empat hari di Gunung Talamau, tahap awal untuk melakukan perjalanan menuju puncak G Talamau dapat dimulai dari pusat Kota Kabupaten Pasbar yakni Bundaran Simpang Empat Kecamatan Pasaman.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat menuju  Simpang Pintu Air irigasi di Pinagar, persis di kaki gunung tersebut kemudian baru diteruskan dengan berjalan kaki dengan rute pendakian yang cukup menantang memakan waktu hingga mencapai sekitar 1 jam,

Kemudian kami mencapai selter pertama yakni Bukit Harimau Campo, di bukit Harimau Campo ini para pendaki dapat bermalam dengan mendirikan tenda, atau hanya sekedar melepas lelah sejenak. Sambil menikmati keindahan dengan memandang lepas bagaimana tatanan Kota Simpang Empat, dan indahnya matahari sore yang tenggelam di Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

Selain beristirahat sambil menikmati pemandangan indah dari Bukit Harimau Campo sekitar 100 meter pendaki juga dapat menikmati indahnya air terjun Lenggogeni. Kabarnya air terjun tersebut mempunyai legenda yang menarik untuk diketahui, konon air terjun Lenggogeni merupakan tempat pemandian para putri raja pada zaman dahulu.

Usai beristirahat di bukit Harimau Campo, perjalanan kemudian diteruskan menuju selter kedua biasa disebut para pendaki Rindu Alam. Dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam, para  pendaki harus ekstra hati-hati sebab untuk menuju Rindu Alam harus  melewati beberapa anak sungai dengan bebatuan yang licin. Jalan setapak yang menantang serta ditambah binatang penghisap darah yakni pacet (sejenis Lintah) yang siap menempel dan menghisap darah para pendaki.

Selain beristirahat dan mengisi air untuk perbekalan minum ke selter selanjutnya, di kawasan Rindu Alam pendaki dapat juga memeriksa pacet yang menempel dikaki atau ditangan.

Sementara dari Rindu Alam menuju selter ketiga atau Bumi Sarasah perjalanan pendakian akan memakan waktu sekitar 6 jam.  Setelah mencapai Bumi Sarasah, kemudian para pendaki akan menjelajahi pendakian yang paling menantang yakni rute menuju  Paninjauan atau selter kelima. Dengan jalan bebatuan yang terjal di sini pendaki akan semakin teruji kalau tidak hati-hati akan tergelincir karena bebatuan yang terjal dan licin. Perjalanan dari Bumi Sarasah  menuju Paninjauan memakan waktu sekitar 4 jam

Setelah melakukan pendakian yang bertahap mulai dari selter 1, 2, 3 dan 4, akhirnya sampai di Padang Siranjano, tidak lupa kami mengucapkan "Assalamu�alaikum"  ketika memasuki Kawasan tersebut. Disini terdapat belasan telaga. Seperti Talago Biru, Talago Rajo Bagindo, Talago Puti, Talago Lumuik dan talago lainnya.

Setelah satu hari berjalan akhirnya cita-cita  tercapai, yakni sampai di puncak tertinggi atau TOP Talamau Puncak Rajawali. Ketinggian sekitar 2900 meter diatas permukaan laut. Di Puncak Talamau ini letih, lelah tak terasa lagi. Indahnya alam menjadi obat bagi kami, indahnya ciptaan tuhan memang tiada duanya sejauh mata memandang.

"Talamau Aku Cinta Kamu" setelah puas memandang alam bebas dari Puncak Talamau, kami mengambil foto. Setelah itu kami kembali dengan memakan waktu sekitar 6 jam untuk ke kota Simpang Empat. (*)

Tidak ada komentar: