6 Desember 2012

Kata-Kata Bijak

Betapa pun sederhananya hidupmu dan betapa bersahajanya pun sikapmu, akan selalu ada orang berhati keji yang mencemooh kesahajaanmu.

Betapa pun bersahajanya engkau dalam keberhasilanmu besarmu nanti – aamiin – akan selalu ada hati dengki yang iri dengan keberhasilanmu, dan mencemooh kedermawananmu sebagai pamer kekayaan.

Akan selalu ada jiwa kelam yang lebih mampu melihat keburukan di dalam kebaikan, dan selalu gagal melihat keburukan di dalam dirinya sendiri.


Bahkan Tuhan pun telah mengingatkan, akan selalu ada orang yang melihat keburukan yang dilakukannya sebagai kebaikan.

Bersabarlah.

Engkau hidup untuk kebaikan diri dan keluargamu, bukan untuk memuaskan para pembenci.

Hiduplah mandiri dalam kedamaian bahwa Tuhan selalu memeliharamu dalam kebaikan.





By : Mario Teguh



28 Juni 2011

Bocah Perempuan di India Dipaksa Jadi Lelaki


Anak-anak India (AP Photo/ Manish Swarup)
 
Kodrat mereka diingkari. Anak perempuan bahkan dibunuh saat masih berada di dalam rahim
Bagi sebagian keluarga di India, anak perempuan bukanlah berkah yang dinanti-nanti. Bahkan tidak sedikit yang menjadi korban pembunuhan orangtua sendiri. Badan PBB untuk masalah anak-anak, UNICEF, baru-baru ini mencatat hampir 50 juta anak perempuan di India dihilangkan paksa.

Mahar atau mas kawin jadi biang keladi. Emas, kain mahal, dan barang mewah wajib diberikan keluarga perempuan pada mempelai laki-laki saat pernikahan. Tak sampai di situ, aturan tak tertulis mengharuskan keluarga pengantin perempuan untuk terus memberi.

Dulu, karena frustasi tak bisa memenuhi keinginan pihak pria, insiden pembakaran pengantin perempuan kerap terjadi. Dua dekade terakhir, dengan kecanggihan teknologi, 'pembunuhan'anak perempuan bahkan dilakukan ketika masih jabang bayi. Meski dinyatakan ilegal, praktik aborsi ini kerap terjadi.

Kini, cara baru dilakukan. Para orang tua yang frustasi ingin memiliki anak laki-laki memaksa anak perempuannya -- berusia satu sampai lima tahun -- menjalani operasi ganti kelamin.

Ahli bedah di Kota Indore dilaporkan telah mengubah kelamin ratusan anak perempuan dalam setahun. Caranya, memompa obat-obatan hormon ke tubuh mereka. Lalu, dokter akan 'membuat' penis menggunakan jaringan dari organ kelamin bocah perempuan.

Menurut koran terkemuka India, Hindustan Times, tren mengejutkan ini dikenal sebagai genitoplasty. Para orang tua kaya asal Delhi dan Mumbai dilaporkan berbondong-bondong ke Indore untuk mendapatkan operasi ganti kelamin dengan biaya relatif murah. Sekitar 2.000 poundsterling atau Rp27,6 juta untuk mengganti kelamin putri mereka.

Picu Kemarahan

Berita penyalahgunaan operasi kelamin -- yang umumnya dilakukan untuk mengatasi kelainan genital orang dewasa memicu ekspresi kemarahan di Twitter dan situs jejaring sosial lainnya. Salah satunya dari penulis dan feminis, Talisma Nasreen.
"Ini keterlaluan! Tak hanya membunuh bayi perempuan yang belum lahir, mereka bahkan mengubah kelaminnya menjadi laki-laki melalui genitoplasty," kata dia. Ia menuntut dokter yang melakukan bedah kontroversial itu meringkuk dalam bui.

Kendati dokter telah memperingatkan bahwa berubah menjadi pria akan membuat anak mereka mandul, para orang tua bergeming.

Tujuh ahli genitoplasty India sesumbar bahwa masing-masing dari mereka telah mengubah 200 sampai 300 anak perempuan menjadi laki-laki. Hanya satu di antara korban berusia lebih tua dari 14 tahun -- batas usia yang disyaratkan untuk menjalani operasi ini.
Para dokter berdalih, mereka melakukan operasi pada mereka yang tak memiliki ketidakcocokan antara organ luar dan dalam. Tapi tak ada sistem di India yang mengontrol klaim ini.

Apapun itu, anak-anak perempuan malang jadi korban. "Saat ia tumbuh besar ia akan mengalami kebingungan soal jenis kelaminnya. Ini akan berakibat pada kelainan seksual dan masalah psikologis," kata ahli bedah anak, Milind Joshi.

Namun, seorang orang tua yang mengoperasi anaknya yang berusia 2 tahun berdalih, "saya pikir anak saya tak akan kebingungan dengan gendernya. Saat ia tumbuh dia akan hidup normal -- selama ia tak punya kenangan soal operasi itu." (Daily Mail/ren)

Dari Jerman ke Bukittinggi

Penjajahan Belanda di Indonesia meninggalkan jejaknya di Bukittinggi. Kenang-kenangan itu berupa Jam Gadang yang menjadi ciri khas kota.

Jam ini dibangun pada 1926, sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota. Hingga kini menara Jam Gadang masih menjadi bangunan tertinggi di Bukittinggi.



Jam Gadang dilengkapi lonceng besar di bagian atasnya. Di lonceng itu tertera pabrik pembuat jam: “Vortmann Relinghausen, I.W Germany”. Vortman adalah nama belakang pembuat jam ini, Benhard Vortmann. Recklinghausen adalah nama kota tempat mesin jam diproduksi di Jerman pada 1892.

Karena uniknya mesin jam ini, tidak ada montir yang bisa memperbaiki. “Jadi kalau rusak atau macet, kami perbaiki sendiri,” kata Yusrizal, satu dari empat petugas penjaga jam.Para penjaga tak pernah belajar memperbaiki mesin jam secara formal. Pengetahuan teknis mengenai jam ini diajarkan secara turun-temurun dan terbukti berhasil karena kerusakan kecil pada jam selalu berhasil diperbaiki oleh mereka.



“Kecuali saat gempa tahun 2007. Bandul jam sempat patah dan harus diganti,” kata Andre, petugas jaga yang lain. Gempa di Padang tahun 2010 juga membuat dinding menara retak, namun tak merusak mesin jam.

Andre dan Yusrizal sedang bertugas jaga siang, bergantian dengan dua orang petugas yang akan berjaga pada malam hari. Empat orang itulah yang melakukan seluruh pemeliharaan. Mereka bertugas merawat jam, menjaga keamanan, hingga menyapu lantai. Kecuali telah mendapatkan izin, pengunjung dilarang memasuki bagian dalam menara.

Bagian dalam menara terdiri dari beberapa tingkat. Tingkat paling atas adalah tempat penyimpanan lonceng. Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah. Menaiki tangga kecil ke atas cukup menguras tenaga. Tetapi perjuangan menaiki anak tangga itu tentunya terbayar.


Bagian dalam jam yang tak bisa dimasuki sembarang orang. Foto: Famega Syavira


Mesin jam yang keahlian memperbaikinya dipelajari secara turun-temurun. Foto: Famega Syavira

Dari atas menara, tampaklah kota yang dikeliligi tiga gunung: Singgalang, Merapi dan Sago.

Jam Gadang menjadi pusat penanda kota Bukittinggi. Acara-acara kota biasanya diselenggarakan di lapangan dekat menara ini. Salah satunya sebagai titik dimulainya etape ke-4 Tour de Singkarak pada 9 Juni 2011.



Tempat ini juga menjadi ruang interaksi favorit warga. Pada hari kerja pun lapangan di sekitar Jam Gadang tampak ramai. Anak-anak berlarian dan bermain dengan gelembung sabun, sementara orangtua mereka duduk-duduk di keteduhan. Sebuah ruang publik gratis yang seharusnya ada di setiap kota di Indonesia.