9 Februari 2009

20 TIPS DIET

Diet masih menjadi kata 'mujarab' untuk membuat stabil berat badan. Berikut tips diet yang layak menjadi perhatian.

1. Makanlah sebelum menghadiri undangan makan. Santaplah telur rebus, apel dan minumlah teh atau diet soda sebelum pergi ke tempat resepsi. Ini akan membantu mengerem nafsu makan Anda di pesta.

2. Jangan "membuat" diri Anda gemuk dengan selalu "memenuhi" permintaan perut. Anda bisa dengan mudah menyantap 600 kalori kue kering dan sereal tanpa Anda sadari.

3. Bawalah rantang makan siang ke kantor. Kalau bisa jangan makan siang di luar. Ini akan membantu mencegah Anda makan siang berlebihan.

4. Santap lebih banyak sup. Sup tanpa krim biasanya rendah kalori dan lumayan membuat kenyang.

5. Usahakan menyantap menu rendah kalori dulu sebelum menyantap menu lain. Mulailah dengan salad, sayuran, dan sup kaldu, baru kemudian daging di urutan terakhir. Pada saat giliran sampai ke daging, perut sudah cukup penuh untuk menu tinggi kalori.

6. Jangan gunakan piring dinner. Gunakan piring salad setiap kali Anda makan siang atau makan malam.

7. Yakinkan bahwa setengah porsi makan siang dan makan malam Anda adalah sayur dan buah-buahan.

8. Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.

9. Jadikan makan sebagai aktivitas yang memiliki tujuan, yakni hidup sehat. Nikmati saat makanan masuk ke mulut, masuk ke pencernaan. Yakinkan bahwa makanan itu akan memberikan nutrisi bagi tubuh Anda.

10. Tambahkan satu porsi buah-buahan atau sayuran pada menu Anda. Jika sudah terbiasa, tambahkan lagi satu porsi hingga 8 porsi sehari.

11. Berolahragalah. Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.

12. Berarobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.

13. Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.

14. Makan pagilah, juga makan siang dan makan malam. Sebagian besar mereka yang berjuang untuk menghindari hobi makan di tengah malam adalah mereka yang makan tidak teratur atau makan tidak seimbang.

15. Ubahlah jadwal kegiatan malam hari Anda. Kalau biasanya Anda hobi begadang, cobalah kurangi sedikit demi sedikit. Tak gampang memang, tapi lama kelamaan ini akan membuat tangan dan pikiran Anda lupa pada cemilan malam.

16. Jika Anda terbiasa ngemil ketika stres, kini saatnya untuk berubah. Anda harus fokus mencari cara lain yang lebih sehat. Cari metode mengatasi stres yang tanpa melibatkan makanan.

17. Tulis di atas secarik kertas label, "Tutup setelah makan malam." Tempelkan di pintu kulkas Anda dan kuncilah.

18. Gosok gigi segera setelah makan malam untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.

19. Makanlah pada saatnya. Dan jangan melakukan hal-hal lain pada waktu makan, seperti membaca, nonton TV, atau browsing internet.

20. Berjalanlah 3 kali keliling lantai mal sebelum Anda shopping.

CARA NGEMIL SEHAT

Ngemil merupakan salah satu cara mendapatkan kepuasan dari himpitan tekanan hidup. Padahal, semakin sering ngemil, seseorang makin sering dikejar rasa bersalah karena dihantui kegemukan dan berpola hidup tak sehat. Tak perlu cemas, ada cara ngemil sehat yang bisa Anda coba berikut ini:- Ngemil biasanya datang karena stres. Ya, makan hanyalah pelarian dari kondisi tersebut. Oleh karenanya, temukan penyebab stres Anda hingga tak mencoba mencari peng hiburan lewat makanan yang tak menyehatkan.

Khusus untuk ibu hamil yang biasanya memiliki mood tak menentu, sediakan camilan sehat terdiri dari buah-buahan atau sayuran.
- Sebaiknya stok lemari makan atau kulkas Anda dengan makanan sehat mengenyangkan seperti popcorn, roti kering, nasi goreng, jus buah tanpa pemanis, buah dan sayur segar, yogurt rendah lemak, keju rendah sodium dan lemak.
- Gunakan juga garam substitusi jika Anda membutuhkan.
- Untuk waktu senggang Anda, sediakan jus anggur atau pir.
- Pilihlah makanan ringan yang sarat serat, misalnya apel dengan kulitnya.
- Hindari camilan kaya lemak rendah gizi seperti es krim, keripik kentang dan lainnya.
- Jangan terlambat makan siang. Pasalnya, makan siang yang terlambat, akan membuat Anda merasa lapar lagi tiga jam kemudiankemungkinan tiga jam kemudian, Anda akan merasa lapar lagi.
- Kalau tidak ngemil, kecenderungan makan dalam porsi yang lebih banyak pada makan malam.
- Ngemil dilakukan orang saat mood sedang buruk atau stres. Terkadang, saat keinginan ngemil muncul, kita tidak tahu apa yang sebetulnya kita rasakan.

* Berikut jenis camilan sehat sesuai mood.

a. Saat bosan, pilih popcorn, wortel, roti batang, asinan, atau nasi goreng sebagai cemilan.

b. Saat kesepian, pilih es krim rendah lemak, yogurt tanpa lemak, pisang atau mangga, sup ayam, keju rendah lemak dengan buah, susu rendah lemak dan kue atau biskuit.

c. Saat Anda merasa betul-betul lapar, sebaiknya konsum keju rendah lemak plus buah, yogurt dan buah, sereal dan susu, roti dengan selai apel, pisang dan segelas susu rendah kalori, atau secangkir sup panas dengan sayur dan biskuit.

d. Jika Anda haus, puaskan dengan minum air putih, jus buah, perasan jeruk, semangka, anggur, atau buah kesukaan lainnya.

SAYA CINTA RASA ASING, LIAR DAN INSECURE DALAM TRAVELING

Fatimah, Backpacker

Traveling sesungguhnya adalah aktifitas cultural exchange. Ini sangat saya sadari setiap kali saya backpacking. Kita harus menampilkan diri kita yang sepantasnya ke hadapan sesama traveler yang kita temui di jalan dan penduduk lokal, karena impresi mereka terhadap kita akan sangat mempengaruhi mereka dalam menilai negara kita. Acapkali saya temui, traveler lain tidak mengenal Indonesia, mereka hanya mengenal keindahan Bali dan musibah yang menimpa Aceh. Maka sudah menjadi kewajiban moral saya sebagai Indonesian traveler menceritakan Indonesia dari sudut pandang yang sama sekali berbeda. Meski kadang-kadang, attitude is more powerful than speaking!

Dengan traveling, kita juga bisa menyerap banyak hal sekaligus, ke dalam dan ke luar. Ke dalam (inner journey) saya bisa berdialog dengan diri saya tentang banyak hal dalam suasana yang lebih kontemplatif dan intens, karena biasanya saya lebih sering backpacking sendirian. Ke luar (outer journey), sesungguhnya para traveler itu menjadi duta negaranya sendiri. Traveling yang baik menurut saya adalah traveling yang tidak solitaire (menyendiri, mau enak sendiri, apa-apa sudah disiapkan oleh travel agent dan egois selama di perjalanan). Seyogyanya harus ada perjumpaan-perjumpaan budaya dan dialog yang terbangun antara traveler dengan orang-orang yang ia temui selama perjalanannya.

Seringkali, saya menemukan diri saya yang lain saat traveling berlangsung. Saya mencintai rasa asing, liar, insecure dan udara baru yang saya hirup. Saat traveling saya juga menguji ketahanan mental saya ketika menghadapi masalah menjelang, selama, dan sesudah traveling. Oh ya, traveling mengunjungi negara-negara lain membuat saya lebih mengapresiasi keindahan natural alam Indonesia—di luar belum seriusnya pemerintah kita menggarap kekayaan alam satu ini. Indonesia itu alamnya sungguh cantik!

Mulai disukainya buku-buku catatan perjalanan menurut saya bukanlah fenomena yang aneh, mengingat hal senada juga terjadi di dunia blog Indonesia. Setiap kali saya menuliskan kisah perjalanan saya (terlebih secara berseri), teman-teman blogger sangat bersemangat mengikutinya. Saya pikir, semua orang secara alamiah selalu tertarik dengan hal-hal baru di luar dirinya, apalagi membaca sesuatu yang sifatnya adventurous. Jika kita berkesempatan ke luar negeri (contohnya Inggris dan negara Eropa lain) buku-buku dengan genre travel literature memenuhi seperempat dari keseluruhan rak yang disediakan oleh Waterstone bookshop.

Secara sosiologis, fenomena ini menjelaskan bahwa manusia di belahan bumi tertentu ingin mengenal lebih jauh adat istiadat dan kultur manusia di belahan bumi yang lain. Buku-buku catatan perjalanan (travel literature) adalah jendela bagi orang-orang yang berminat pada aktifitas traveling. Saya pribadi sangat menyukai buku traveling yang mampu melukiskan emosi si traveler ketika bepergian, di luar aspek menginspirasi. Menurut saya ini salah satu unsur yang harus ada di setiap buku traveling, penceritaan inner journey (segala emosi yang dirasakan dan pencerapan makna yang dialami sepanjang perjalanan), tak sekadar outer journey (tempat-tempat yang didatangi dan aktifitas yang dilakukan selama traveling).

Para petualang yang tidak (belum) menuliskan pengalaman perjalanannya menurut saya pengalamannya itu tidaklah percuma. Bukankah Al Qur’an pun meminta kita berjalan di muka bumi? Faidza qudiatish shalata fantasyiru fil ardhi wab taghu min fadhlillahi katsiira. Laallakum tuflihuun. (Q.S. Al Jumu’ah ayat 10). Allah sendiri meminta kita berjalan di bumiNya (traveling) agar kita bisa memetik karunia hikmah di berbagai penjuru. Belajar kembali tentang sejarah, agama, sosiologi, politik, ekonomi berikut hasil olah budi daya dan pikir manusia-manusia di berbagai belahan dunia lainnya. Insya Allah, traveling juga bukan aktifitas menghambur-hamburkan uang. Sebab pengalaman yang kita dapat tidaklah sebanding dengan jumlah uang yang kita keluarkan. Tentu saja ada biayanya, sekecil apapun itu. Budget yang akan kita keluarkan selama traveling pun sangat tergantung pada gaya traveling kita.

Saya tidak setuju jika penulis traveling menyuguhkan informasi yang dimanipulasi, atau menciptakan kisah dramatis yang benar-benar baru, karena biar bagaimanapun orang membeli buku tersebut karena ingin menggali informasi dan hikmah yang bisa dipegang kebenarannya. Justru kenapa buku traveling saat ini diminati, menurut saya terletak pada unsur kejutan-kejutan real-nya. Barangkali orang sudah terlalu jenuh dengan karya-karya yang berdaya hayal tingkat tinggi sekaligus tak sungguh-sungguh nyata. Saya sendiri sangat berminta untuk menerbitkan catatan perjalanan saya, mohon doa dan dukungannya. [Dee]